Mengenal Gaya Desain Skandinavian - www.desaininterior.co.id

Article

Latest news.

Mengenal Gaya Desain Skandinavian

Skandinavian adalah salah satu konsep desain yang populer pada saat ini. Skandinavian ini juga berasal dari negara-negara di bagian Eropa khususnya daerah bagian utara seperti Denmark, Swedia, dan Norwegia. Skandinavian itu terkenal dengan gaya desain yang indah, sederhana, bersih, serta terinspirasi juga dari iklim dan suasana alam seperti danau, hutan, dan pegunungan dari wilayah eropa utara. Skandinavian banyak menggunakan warna warna netral dibandingkan dengan warna yang terlalu berani dan menyala. Prinsip dari gaya desain skandinavian adalah selalu memfokuskan sesuatu sesuai dengan fungsinya tanpa menghilangkan keindahan dan keanggunannya. Untuk penerapan gaya ini tidaklah terlalu sulit, yaitu bisa dengan menggunakan material yang memiliki unsur kayu dan berwarna putih agar dapat menghasilkan kesan yang clean. Tokoh pencetus gaya skandinavian adalah antara lain Alvar Aalto, Arne Jacobsen, Borge Mogensen, Hans J. Wegner, Verner Panton, Poul Henningsen, dan Maija Isola.

Warna

Penggunaan warna pada konsep skandinavian ini adalah menggunakan warna yang bersifat netral dan biasanya warna yang paling sering digunakan adalah warna putih. Biasanya warna putih ini dapat diterapkan pada bagian dinding atau lantai. Fungsinya agar membuat ruangan menjadi lebih terang dan bersih. Tetapi untuk mendukung konsep juga, penggunaan warna dapat dipadukan dengan warna yang lembut seperti warna coklat muda, biru muda, abu muda, dan warna pastel. Penggunaan warna pastel itu dapat diterapkan di dalam benda pendukung misalnya sebagai sarung bantal, karpet, taplak meja.

Furniture

Furniture yang digunakan pada konsep desain skandinavian bukanlah furniture yang memiliki bentuk yang rumit. Furniture yang digunakan pada desain skandinavian ini kebanyakan adalah lebih mengutamakan fungsi dari furniture tersebut. Di dalam sebuah ruangan seperti ruang keluarga, furniture yang digunakan hanya ada sofa, coffee table, dan rak. Untuk di dalam kamar hanya menggunakan ranjang, lemari baru, dan meja rias. Karena penggunaan furniture yang sangat minim, hal ini akan membuat ruangan tersebut menjadi lebih luas dan bersih. Penataan furniture seperti ini sangat cocok untuk rumah rumah yang berukuran kecil karena akan menghasilkan kesan yang lebih minimalis dan juga akan memudahkan dalam membersikan ruangan.

Tekstur

Pada umumnya interior yang minimalis lebih banyak menggunakan tekstur-terksur dengan permukaan yang licin seperti plastik dan besi, tetapi dalam konsep desain ini biasanya menggunakan tekstur dari benda yang tidak licin. Misalnya penggunaan kain linen sebagai sprei di kamar tidur, kain yang tidak perlu disetrika tetapi akan lebih menghasilkan kesan yang natural. Furniture yang terbuat dari kayu, tidak diperlukan pelapis agar kayu kelihatan lebih alami. Penggunaan throw blanket pada bagian sofa juga dapat mendukung konsep skandinavian.

Dekorasi

Dekorasi – dekorasi yang dipakai dalam konsep desain ini adalah tanamn hijau, karena konsepnya skandinavian ini yang naturan dan dekat dengan alam. Tanaman hijau yang dipakai pun tidak perlu menggunakan tanaman yang berukuran besar.

Author: