5 Ciri Khas Gaya Desain Industrial - www.desaininterior.co.id

Article

Latest news.

5 Ciri Khas Gaya Desain Industrial

Gaya industrial berawal dari arsitektur Eropa karena banyak bangunan yang terbengkalai dan tidak digunakan. Agar bangunan yang terbengkalai ini dapat bermanfaat, dibuatlah sebuah gaya desain yang dikenal dengan nama industrial. Karena bangunan ini juga pada mulanya merupakan sebuah pabirk. Kabanyakan gaya industrial ini diterapkan pada café atau bangunan komersial seperti ruang kantor. Untuk bagian residensial gaya ini jarang sekali diterapkan. Gaya ini juga merupakan gaya bangunan dibuat seolah seperti setengah jadi / belum selesai. Tetapi justru dengan begitu, ini dapat membuat sebuah kesan yang unik.

Pengunaan warna untuk gaya industrial biasanya akan lebih menonjolkan kesan maskulin. Material yang digunakan adalah logam dan baja yang diekspos agar dapat meunjukan karakter dari materialnya, lalu menggunakan bahan yang di daur ulang seperti kaca, besi, dan alumunium.

Struksur bangunan juga biasanya dibiarkan terekspos agar dapat terlihat. Kesan dari gaya desain ini adalah seperti unfinish karena hanya beberapa furniture yang materialnya diberi finishing pada bagian akhir. Elemen insutrial yang paling sering kita jumpai merupakan dinding batu bata yang di ekspos, lantai yang terbuat dari semen dan beton, ceiling yang diekspos.

Furniture yang tidak diberi finishing bertujuan untuk memperlihatkan sifat dan warna asli dari material tersebut. Furniture yang berbahan dasar kayu juga biasanya tidak diberi lapisan cat sebagai finishing tetapi hanya diberikan politur untuk mencegah adanya rayap pada kayu. Untuk furniture yang berbahan dari besi, alumunium tidak diberi finishing agar lebih memperlihatkan material asli.

Ciri Khas Gaya Industrial

Langit – langit terbuka

Pada gaya desain industrial pasti sebagai orang awam pasti sering melihat langit-langit pada ruang atau mall dibuka dan membiarkan kita melihat dengan jelas berbagai macam saluran pipa untuk kabel, konstruksi bangunan. Jika pada gaya desain yang lain sengaja disembunyikan agar lebih memperlihatkan kesan clean, sangat berbeda dengan gaya industrial yang membiarkan langit-langit sengaja di ekspos.

Kayu dan Logam

Kayu dan logam merupakan dua material yang memiliki sifat sangat jauh berbeda. Kayu merupakan material yang padat dan bertekstur, serta memiliki warna cokelat. Logam sendiri memiliki tekstur yang licin dan mengkilap. Tetapi pada gaya industrial biasanya lebih cenderung menggunakan logam yang berwarna hitam dan warna emas. Jika logam tersebut disatukan dengan kayu, hasilnya akan sangat menarik dan memberikan kesan yang berbeda.

Warna

Pemilihan warna pada gaya industrial lebih cenderung menggunakan warna gelap. Seperti warna coklat tua pada bagian kayu, hitam, emas sebagai bagian aksen, abu-abu sebagai pendukung. Biasanya warna abu ini diterapkan pada bagian dinding atau lantai yang terbuat dari beton atau semen tanpa menggunakan finishing.

Dinding

Pada gaya industrial selain dapat menggunakan warna-warna yang terkesan seperti zaman dahulu, sering dijumpai dinding bata yang diekspos tanpa finishing. Dinding bata ini sudah sangat mendukung bila ingin mendesain menggunakan gaya industrial

Lantai

Industrial kebanyakan lebih menyukai lantai yang dibuat dari beton atau semen tanpa finishing. Karena tanpa finishing akan lebih mendukung gaya desain yang unfinish. Dengan penggunaan lantai seperti ini juga tidaklah mahal. Gaya industrial ini lebih menyukai sesuatu yang bertekstur kasar, yang jauh dari kata sempurna.

Author: